Anak yang tumbuh dengan sehat akan menghasilkan generasi
yang berkualitas. Beberapa hal yang menyangkut kesehatan anak adalah masalah
kesehatan giginya, terutama dalam masa tumbuh kembang. Cara menjaga kesehatan
gigi anak serta kebiasaan buruk yang mengganggu tumbuh kembang perlu diketahui
oleh orang tua maupun para pemerhati anak.
Cara menyikat gigi pada anak:
- Pilihlah sikat gigi ukuran kecil dengan bulu yang lunak,
dapat direndam beberapa menit dalam air hangat sebelum digunakan sehingga lebih
nyaman.
- Gunakan pasta gigi dalam jumlah sedikit. Pasta gigi
digunakan untuk anak berumur 3 tahun atau yang sudah bisa meludah supaya pasta
gigi tidak tertelan.
- Bersihkan gigi anak 2 kali sehari pada pagi hari dan
malam menjelang tidur. Lama menyikat gigi kira-kira 2 menit, usahakan fokus
pada gigi geraham karena permukaan gigi tersebut rentan terkena karies (gigi
kerowok).
- Gantilah sikat gigi tiap 3-4 bulan sekali dan jangan
bertukar sikat gigi dengan anggota keluarga yang lain.
- Mulai kenalkan anak anda dengan dokter gigi supaya
terpantau kesehatan giginya terutama bila gigi-gigi mulai tumbuh, atau berganti
dengan gigi permanen. Waspadai hal-hal yang dapat mengakibatkan gangguan
pertumbuhan gigi dan rahang. Dokter gigi yang ramah dan bersahabat dengan anak
serta ruang tempat periksa gigi yang nyaman akan sangat membantu.
Menurut para ahli, beberapa kebiasaan buruk pada anak-anak
berhubungan dengan masalah psikologis yang kompleks pada anak. Beberapa di
antaranya adalah rasa marah, lapar, mengantuk, ataupun bisa juga disebabkan
karena gigi anak yang sedang tumbuh. Orang tua perlu memperhatikan rasa aman
dan nyaman pada anak sehingga dapat menghindari gangguan psikologis dan masalah
pertumbuhan gigi. Beberapa kebiasaan buruk tersebut adalah :
- Menghisap jari. Kebiasaan buruk ini paling banyak terjadi
dibandingkan kebiasaan buruk lainnya, dan biasanya mereda ataupun berhenti
setelah anak berusia 4 tahun. Jari yang dihisap biasanya adalah ibu jari tetapi
bisa juga jari yang lain bahkan beberapa jari dihisap sekaligus. Bilamana anak
kita memiliki kebiasaan buruk tersebut, hal yang bisa dilakukan adalah secara
lembut dan perlahan mengalihkan perhatian anak pada hal-hal yang menarik
misalnya mainan. Apabila kebiasaan buruk ini tidak berhenti setelah pertumbuhan
gigi permanen sebaiknya orangtua menghubungi dokter gigi untuk mendapatkan
penanganan lebih lanjut. Beberapa tahapan perawatan mungkin bisa dilakukan
untuk menghentikan kebiasaan buruk tersebut. Penggunaan alat-alat untuk
menghambat kebiasaan buruk tersebut juga dimungkinkan.
- Dot. Penggunaan dot merupakan hal yang umum di beberapa
negara, namun bila kebiasaan tersebut terjadi pada anak berusia lebih dari 3
tahun akan mengganggu pertumbuhan rahang. Anak yang menggunakan dot biasanya
tidak menghisap jari.
- Menggigit kuku. Kebiasaan buruk ini biasanya merupakan
perubahan dari kebiasaan buruk menghisap jari. Kebiasaan ini seringkali muncul
pada usia 3-4 tahun, meningkat dan mencapai puncaknya pada usia 10 tahun, yang
selanjutnya menurun pada usia dewasa. Selain mengakibatkan kelainan pada
pertumbuhan gigi dan rahang anak, kebiasaan buruk ini juga dapat mengakibatkan
gangguan pencernaan, terutama bila kuku yang digigit adalah kuku kotor yang
mengandung bibit penyakit. Kebiasaan buruk ini seringkali diderita anak-anak
laki-laki penderita ADHD (attention deficient hyperactivity disorder). Pada
usia yang lebih dewasa kebiasaan buruk menggigit kuku dapat berubah menjadi
menggigit bibir (Lip chewing), mengunyah permen karet maupun merokok. Untuk
menghilangkan kebiasaan buruk ini sama seperti kebiasaan menghisap jari, orang
tua dapat mengoleskan cairan yang berasa pahit pada jari anak, sehingga anak
merasa tidak nyaman untuk menghisap jari atau menggigit kuku sehingga
menghentikan kebiasaan buruknya.
- Menggiggit bibir. Kebiasaan buruk menggigit bibir hampir
selalu terjadi pada bibir bawah, menyebabkan gigi bawah posisinya berubah
condong ke dalam sedangkan gigi atas maju ke depan. Beberapa kasus pada anak
mengakibatkan bibir pecah-pecah dan terluka.
- BRUXISM. Beberapa anak pada waktu tidur gigi atas dan
bawahnya berkontak sangat kuat bahkan sampai terdengar bunyi, seringkali kita
menyebutnya sebagai 'kerot'. Gerakan ini apabila dilakukan dalam waktu yang
relatif lama dan berulang-ulang akan mengakibatkan tonjol gigi terasah, dan
gangguan terhadap pertumbuhan gigi permanen. Biasanya aktifitas ini terjadi
apabila anak merasa lelah atau bilamana sedang menghadapi ujian di sekolahnya.
Cara mengatasinya dengan memberi kesempatan pada anak untuk lebih banyak beristirahat
dan merancang cara belajar secara bertahap sebelum ujian.
Demikian beberapa hal mengenai cara menyikat gigi dan
kebiasaan buruk pada anak yang dapat mengganggu perkembangan pertumbuhan gigi
dan rahangnya. Bilamana orangtua tidak dapat mengatasinya sendiri silakan
menghubungi kami untuk penangan lebih lanjut. Salam.
Oleh:
drg. Yohana Retno Wikandari, Sp.Ort.
(Konsultan Medis)