Kebiasaan Buruk pada Anak yang dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Gigi

Anak yang tumbuh dengan sehat akan menghasilkan generasi yang berkualitas. Beberapa hal yang menyangkut kesehatan anak adalah masalah kesehatan giginya, terutama dalam masa tumbuh kembang. Cara menjaga kesehatan gigi anak serta kebiasaan buruk yang mengganggu tumbuh kembang perlu diketahui oleh orang tua maupun para pemerhati anak.

Cara menyikat gigi pada anak:

  1. Pilihlah sikat gigi ukuran kecil dengan bulu yang lunak, dapat direndam beberapa menit dalam air hangat sebelum digunakan sehingga lebih nyaman.
  2. Gunakan pasta gigi dalam jumlah sedikit. Pasta gigi digunakan untuk anak berumur 3 tahun atau yang sudah bisa meludah supaya pasta gigi tidak tertelan.
  3. Bersihkan gigi anak 2 kali sehari pada pagi hari dan malam menjelang tidur. Lama menyikat gigi kira-kira 2 menit, usahakan fokus pada gigi geraham karena permukaan gigi tersebut rentan terkena karies (gigi kerowok).
  4. Gantilah sikat gigi tiap 3-4 bulan sekali dan jangan bertukar sikat gigi dengan anggota keluarga yang lain.
  5. Mulai kenalkan anak anda dengan dokter gigi supaya terpantau kesehatan giginya terutama bila gigi-gigi mulai tumbuh, atau berganti dengan gigi permanen. Waspadai hal-hal yang dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan gigi dan rahang. Dokter gigi yang ramah dan bersahabat dengan anak serta ruang tempat periksa gigi yang nyaman akan sangat membantu.

 

Menurut para ahli, beberapa kebiasaan buruk pada anak-anak berhubungan dengan masalah psikologis yang kompleks pada anak. Beberapa di antaranya adalah rasa marah, lapar, mengantuk, ataupun bisa juga disebabkan karena gigi anak yang sedang tumbuh. Orang tua perlu memperhatikan rasa aman dan nyaman pada anak sehingga dapat menghindari gangguan psikologis dan masalah pertumbuhan gigi. Beberapa kebiasaan buruk tersebut adalah :

  1. Menghisap jari. Kebiasaan buruk ini paling banyak terjadi dibandingkan kebiasaan buruk lainnya, dan biasanya mereda ataupun berhenti setelah anak berusia 4 tahun. Jari yang dihisap biasanya adalah ibu jari tetapi bisa juga jari yang lain bahkan beberapa jari dihisap sekaligus. Bilamana anak kita memiliki kebiasaan buruk tersebut, hal yang bisa dilakukan adalah secara lembut dan perlahan mengalihkan perhatian anak pada hal-hal yang menarik misalnya mainan. Apabila kebiasaan buruk ini tidak berhenti setelah pertumbuhan gigi permanen sebaiknya orangtua menghubungi dokter gigi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Beberapa tahapan perawatan mungkin bisa dilakukan untuk menghentikan kebiasaan buruk tersebut. Penggunaan alat-alat untuk menghambat kebiasaan buruk tersebut juga dimungkinkan.
  2. Dot. Penggunaan dot merupakan hal yang umum di beberapa negara, namun bila kebiasaan tersebut terjadi pada anak berusia lebih dari 3 tahun akan mengganggu pertumbuhan rahang. Anak yang menggunakan dot biasanya tidak menghisap jari.
  3. Menggigit kuku. Kebiasaan buruk ini biasanya merupakan perubahan dari kebiasaan buruk menghisap jari. Kebiasaan ini seringkali muncul pada usia 3-4 tahun, meningkat dan mencapai puncaknya pada usia 10 tahun, yang selanjutnya menurun pada usia dewasa. Selain mengakibatkan kelainan pada pertumbuhan gigi dan rahang anak, kebiasaan buruk ini juga dapat mengakibatkan gangguan pencernaan, terutama bila kuku yang digigit adalah kuku kotor yang mengandung bibit penyakit. Kebiasaan buruk ini seringkali diderita anak-anak laki-laki penderita ADHD (attention deficient hyperactivity disorder). Pada usia yang lebih dewasa kebiasaan buruk menggigit kuku dapat berubah menjadi menggigit bibir (Lip chewing), mengunyah permen karet maupun merokok. Untuk menghilangkan kebiasaan buruk ini sama seperti kebiasaan menghisap jari, orang tua dapat mengoleskan cairan yang berasa pahit pada jari anak, sehingga anak merasa tidak nyaman untuk menghisap jari atau menggigit kuku sehingga menghentikan kebiasaan buruknya.
  4. Menggiggit bibir. Kebiasaan buruk menggigit bibir hampir selalu terjadi pada bibir bawah, menyebabkan gigi bawah posisinya berubah condong ke dalam sedangkan gigi atas maju ke depan. Beberapa kasus pada anak mengakibatkan bibir pecah-pecah dan terluka.
  5. BRUXISM. Beberapa anak pada waktu tidur gigi atas dan bawahnya berkontak sangat kuat bahkan sampai terdengar bunyi, seringkali kita menyebutnya sebagai 'kerot'. Gerakan ini apabila dilakukan dalam waktu yang relatif lama dan berulang-ulang akan mengakibatkan tonjol gigi terasah, dan gangguan terhadap pertumbuhan gigi permanen. Biasanya aktifitas ini terjadi apabila anak merasa lelah atau bilamana sedang menghadapi ujian di sekolahnya. Cara mengatasinya dengan memberi kesempatan pada anak untuk lebih banyak beristirahat dan merancang cara belajar secara bertahap sebelum ujian.

 

Demikian beberapa hal mengenai cara menyikat gigi dan kebiasaan buruk pada anak yang dapat mengganggu perkembangan pertumbuhan gigi dan rahangnya. Bilamana orangtua tidak dapat mengatasinya sendiri silakan menghubungi kami untuk penangan lebih lanjut. Salam.

 

Oleh: 

drg. Yohana Retno Wikandari, Sp.Ort.

(Konsultan Medis)


Other

news

Merawat Kesehatan Gigi Anak

Gigi susu pada anak-anak akan tanggal dengan sendirinya dan akan digantikan dengan gigi tetap. Hal ini dikarenakan gigi susu merupakan panduan dan pembuka jalan bagi tumbuhnya gigi tetap. Beberapa orang tua beranggapan bahwa gigi susu…

news

THE 1 st NASIONAL MEETING OSMILE LASER DENTAL CENTRE

O-Smile Laser Dental Centre (OLDC) Yang berdiri sejak Januari 2006 kini telah mempunyai beberapa cabang dikota-kota besar di Indonesia yaitu di Bekasi, Jogja, Semarang dan Bandung. Pada 10 April 2011 yang lalu, O-Smile Laser Dental…